Persatuan Sepak bola Bandung? Ya Persib

Persib Bandung

Persib merupakan Persatuan Sepak Bola Indonesia yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Julukan khas yang diberikan kepada mereka adalah Maung Bandung dan Pageran Biru. Klub ini berdiri pada tanggal 14 maret 1933. Banyak sponsor yang menjadi founder dari club ini termasuk Indofood dan Apparel Jersey sebagai sponsor utama. Sejarah panjang telah ditorehkannya. Sebelum bernama Persib Bandung, berdiri sebuah lembaga yang bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada tahun 1923. Ketua umu dari perkumpulan ini adalah Mr. Syamsudin kemudian dilanjutka oleh R. Alot atau yang biasa disebut sebagai http://liga168.com/ Dewi Sartika.

BIVB banyak memanfaatan lapangan Tegallega yang ada di depan tribun pacuan kuda sebagai ajang latihannya. Bahkan Tim ini juga sudah beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Jogyakarta, Jakarta dan Jatinegara. Perjuangan terus dilakukan dengan modal nekat para anggotanya. Pada tahun 1995 tim yang perkasa ini dikomandoi oleh Robby Darwis pada saat kompetisi perserikatan terakhir yang terus berlanjut hingga berhasil. Mereka berhasil merengkuh juara Liga Indonesia pertama kali di tahun itu. Persib akhirnya tampil sebagai juara setelah mengalahkan dengan gusar tujuh tim dibabak delapan besar. Hingga mendapatkan juara satu atas Petrokimia Puta melalui gol yang dicetak oleh Setiono Lamso pada menit ke-76.

Persib Bandung

Persib memang menjadi ikon provins Jawa Barat, dengan iklim sepak bola yang penuh warna. Dikatakan penuh warna yang berarti meriah sejak awal pembentukannya hingga kompetisi usai digelar. Persib menuai sejarah besarnya pada pentas sepak bola nasional. Pendukungnya luar biasa seperti yang dikatakan oleh salah satu fans “Atmosfer sepak bola di Bandung benar-benar jempolan. Saya begitu kagum melihat dukungan penonton yang hebat dan luar biasa. Tidak hanya di partai sesungguhnya di ajang kompetisi, di partai uji coba pun penonton melimpah dan membludak hingga pinggir lapangan. Hebat,” puji Redouane Barkaoui, tukang gedor Maung
Banyak Perhatian bolamania nasional kepada Persib memang tidak pernah putus. Tradisi juara yang melekat pada dirinya menjadi magnet tersendiri bahwa Persib terus menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat sepak bola Indonesia. Apa yang dibuat dan dihamparkan Persib, selalu jadi tolak ukur persepak bolaan nasional. Geliat Persib pasti mengundang orang untuk menengok. Tak kalah penting Persib juga memberikan perhatian maksiamal untuk lebih dalam menyimak dapur pacu jagoan Bandung.

Kemeriahan prestasi yang mengitari Persib Bandung sepanjang partisipasinya di pentas sepak bola nasional. Dalam pentas Divisi Utama Perserikatan misalnya, Persib mengalungi berbagai gelar juara sebanyak lima kali. Bahkan kompetisi Liga Indonesia perdana 1994 sampai dengan 1995 menjadi milik Persib, usai mematahkan perlawanan tim elit Petro Kimia Putra 1-0 di partai final lewat gol semata wayang yang disunting bomber Sutiono Lamso.

Tentu, bukan hanya event itu yang mewarnai perjalanan prestasi “Maung Bandung”. Masih banyak pentas lainnya yang memberikan kejutan bagi penggila fanatiknya. Si Maung mendapatkan Juara Surya Cup (Surabaya) 1978 digapai usai mematahkan perlawanan Persija 1-0. Ia juga berhasil menggondol Gol emas itu disumbangkan Max Timesela. Dua tahun sebelumnya, gelar yang sama juga dipetik jagoan Bandung. Yusuf Cup 1975 dan 1977 juga dipuncaki anak-anak Bandung.

Bahkan, usai jadi runner-up Yusuf Cup VIII/1979, setahun kemudian Persib mencuri gelar juara di turnamen kebanggaan masyarakat Ujung Pandang. Masih pada tahun yang sama, Piala Gubernur Sumatera Selatan juga masuk ke lemari prestasi Persib meski jagoan Bandung menduduki di peringkat ketiga. Masih banyak prestasi yang ditorehkan Persib dalam perjalanan sportivitasnya untuk terus mengukir sejarah persepak bolaan Indonesia.